Biz yalnızca bir aracı kurumdan fazlasıyız. Analiz etmek, işlem yapmak ve büyümek için ihtiyacınız olan her şeyi tek bir yerde sunan, hepsi bir arada bir işlem ekosistemiyiz. İşlem deneyiminizi bir üst seviyeye taşımaya hazır mısınız?
Batu Bara ICE Newcastle Tidak Bergerak Sepanjang Hari Senin di 139,30 Jelang Tenggat Waktu Trump
Batu Bara ICE Newcastle berhenti sejenak setelah turun selama minggu lalu.
Tenggat waktu Presiden AS Trump untuk Iran semakin dekat.
Pemerintah Indonesia tidak menaikkan harga BBM bersubsidi hingga akhir tahun ini.
Harga batu bara ICE Newcastle front month menutup hari kemarin di 139,30. Batu bara ini sama sekali tidak bergerak sepanjang hari di hari perdagangan pertama setelah libur panjang Jumat Agung serta jeda sejenak setelah sepanjang minggu lalu komoditas ini ditutup merah untuk tiga hari perdagangan berturut-turut.
Stagnasi ini memperpanjang tren sideways jangka pendek batu bara yang berlangsung sejak awal Maret. Sisi atas dibatasi oleh tertinggi 2026 di 150,00 sementara di sisi bawah oleh 130,00. Relative Strength Index (RSI) 14-hari juga datar selama tiga hari perdagangan berturut-turut tepat di atas level netral 52,09, mengindikasikan kurangnya momentum.
Cuaca di pelabuhan Newcastle Australia diprakirakan cerah sepanjang hari dan saat ini di sekitar 24°C sehingga cuaca tidak akan mengganganggu proses pemuatan batu bara serta tidak menjadi penggerak signifikan yang memengaruhi pergerakan komoditas ini hari ini.
Harga komoditas ini tidak mengekor komoditas-komoditas lainnya yang merayap naik baru-baru ini di seputar situasi di Timur Tengah. Berbeda dengan batu bara, Minyak West Texas Intermediate (WTI) naik ke $104,972 pada saat berita ini ditulis saat semakin dekatnya tenggat waktu Selasa 20:00 Eastern Time (Rabu, 00:00 GMT/07:00 WIB) yang ditetapkan oleh Presiden AS, Donald Trump, kepada Iran untuk membuka Selat Hormuz atau AS akan menyerang pembangkit listrik dan jembatan di Iran.
Di dalam negeri, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia merilis Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk periode pertama April 2026 dalam Kepmen ESDM No. 135.K/MB.01/MEM.B/2026. Sebagian besar menunjukkan kenaikan dengan perincian sebagai berikut;
Batubara (6.322 GAR) $99,87 turun dari $103,01
Batubara I (5.300 GAR) $72,28 naik $71,55
Batubara II (4.100 GAR) $49,99 naik dari $48,32
Batubara III (3.400 GAR) $35,23 naik dari $34,25
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Bahlil Lahadalia, mengklaim bahwa pemerintah mengambil langkah-langkah strategis untuk memastikan pasokan energi sekaligus membuat harga energi tetap terjangkau di tengah perkembangan energi global.
Salah satu langkah tersebut adalah Pemerintah membuat keputusan untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi hingga akhir tahun 2026, yaitu untuk Pertalite dan Biosolar, dikutip dari siaran pers Kementerian Koordinator Bidang Perekononian RI.
Namun, Pemerintah mengimbau masyarat menggunakan energi dengan bijaksana dan wajar. Agar penggunaannya efisien serta tepat sasaran, pemerintah memberlakukan pembatasan pembelian JBKP (Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan) atau Pertalite bersubsidi sebesar maksimal 50 liter per hari per kendaraan.
Grafik Harian Batu Bara ICE Newcastle
Grafik harian Batu Bara ICE Newcastle
Pertanyaan Umum Seputar Minyak WTI
Minyak WTI adalah jenis minyak mentah yang dijual di pasar internasional. WTI adalah singkatan dari West Texas Intermediate, salah satu dari tiga jenis utama termasuk Brent dan Dubai Crude. WTI juga disebut sebagai "ringan" dan "manis" karena gravitasi dan kandungan sulfurnya yang relatif rendah. Minyak ini dianggap sebagai minyak berkualitas tinggi yang mudah dimurnikan. Minyak ini bersumber dari Amerika Serikat dan didistribusikan melalui hub Cushing, yang dianggap sebagai "Persimpangan Pipa Dunia". Minyak ini menjadi patokan untuk pasar minyak dan harga WTI sering dikutip di media.
Seperti semua aset, penawaran dan permintaan merupakan pendorong utama harga minyak WTI. Dengan demikian, pertumbuhan global dapat menjadi pendorong peningkatan permintaan dan sebaliknya untuk pertumbuhan global yang lemah. Ketidakstabilan politik, perang, dan sanksi dapat mengganggu pasokan dan memengaruhi harga. Keputusan OPEC, sekelompok negara penghasil minyak utama, merupakan pendorong utama harga lainnya. Nilai Dolar AS memengaruhi harga minyak mentah WTI, karena minyak sebagian besar diperdagangkan dalam Dolar AS, sehingga Dolar AS yang lebih lemah dapat membuat minyak lebih terjangkau dan sebaliknya.
Laporan inventaris minyak mingguan yang diterbitkan oleh American Petroleum Institute (API) dan Energy Information Agency (EIA) memengaruhi harga minyak WTI. Perubahan inventaris mencerminkan fluktuasi pasokan dan permintaan. Jika data menunjukkan penurunan inventaris, ini dapat mengindikasikan peningkatan permintaan, yang mendorong harga minyak naik. Inventaris yang lebih tinggi dapat mencerminkan peningkatan pasokan, yang mendorong harga turun. Laporan API diterbitkan setiap hari Selasa dan EIA pada hari berikutnya. Hasilnya biasanya serupa, dengan selisih 1% satu sama lain selama 75% waktu. Data EIA dianggap lebih dapat diandalkan, karena merupakan lembaga pemerintah. Hasilnya biasanya serupa, dengan selisih 1% dari satu sama lain selama 75% waktu. Data EIA dianggap lebih dapat diandalkan, karena merupakan lembaga pemerintah.
OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak) adalah kelompok yang terdiri dari 12 negara penghasil minyak yang secara kolektif memutuskan kuota produksi untuk negara-negara anggota pada pertemuan dua kali setahun. Keputusan mereka sering kali memengaruhi harga minyak WTI. Ketika OPEC memutuskan untuk menurunkan kuota, pasokan dapat diperketat, sehingga harga minyak naik. Ketika OPEC meningkatkan produksi, efeknya justru sebaliknya. OPEC+ mengacu pada kelompok yang diperluas yang mencakup sepuluh anggota non-OPEC tambahan, yang paling menonjol adalah Rusia.