Mulai sekarang kamiialah Elev8

Kami lebih daripada sekadar broker. Kami adalah ekosistem dagangan serba ada—semua yang anda perlukan untuk menganalisis, berdagang, dan berkembang ada di satu tempat. Sedia untuk tingkatkan dagangan anda?

USD/JPY Rebound Menuju 124,00, Melacak Dolar AS Jelang Risalah Fed

  • USD/JPY mencoba memantul, menemukan dukungan dari imbal hasil obligasi Pemerintah AS yang lebih kuat.
  • Pasangan mata uang ini gagal bertahan di atas 124,00 di tengah pullback dolar AS.
  • Semua perhatian tertuju pada risalah The Fed, yang mungkin menyoroti divergensi The Fed/BOJ.

USD/JPY rebound menuju 124,00, karena rally yang sedang berlangsung dalam imbal hasil obligasi Pemerintah AS membantu menemukan dasar di dekat 123,60.

Selama beberapa jam terakhir, dolar AS mengalami pullback tajam dari tertinggi multi-bulan 99,75 jika dibandingkan dengan rival-rival utamanya. Ini dapat dikaitkan dengan aksi profit-taking menjelang risalah pertemuan penting FOMC Maret.

Namun, imbal hasil obligasi Pemerintah AS terus menguat, karena para pejabat The Fed meningkatkan retorika hawkish baru-baru ini, menyerukan kenaikan suku bunga yang lebih besar, serta, pengurangan neraca dalam pertemuan Mei.

Sementara itu, sanksi baru Barat terhadap dugaan kejahatan perang Rusia di Ukraina dan ekspektasi The Fed hawkish membebani sentimen pasar, menjaga pullback dolar AS tetap berumur pendek.

Di sisi lain, Bank of Japan (BOJ) tetap terjebak dengan sikap kebijakan moneter ultra-longgar sambil mati-matian mempertahankan target kurva imbal hasil di 0,25%. Tindakan BOJ ini telah memperlebar divergensi kebijakan moneter antara The Fed dan bank sentral Jepang, membuat yen jatuh di tangan penjual.

 

India: RBI Diperkirakan Menaikkan Suku Bunga Pekan ini – UOB

Lee Sue Ann, Ekonom di UOB Group, menyarankan RBI dapat menaikkan suku bunga kebijakan sebesar 25 bps pada pertemuan 8 April. Kutipan Utama "Membaya
Baca lagi Previous

Kremlin: Tidak Ada Alasan Bagi Rusia untuk Benar-Benar Gagal Bayar

Rusia memiliki semua sumber daya yang diperlukan untuk melunasi utangnya, kata juru bicara Kremlin pada hari Rabu, seperti dilansir Reuters. "Situasi
Baca lagi Next